Trend Digitalisasi Desa Wisata Saribu Gonjong Berdampak Positif Bagi Ekonomi

Digitalisasi desa wisata kini sudah menjadi trend yang dilakukan oleh pelaku wisata di Indonesia. salah satunya ada di Saribu Gonjong, Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat. Hal tersebut dilakukan agar kebangkitan sektor pariwisata makin melesat lagi.

Dihari Sabtu 28 Agustus 2021,  Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkunjung ke Kota Sumatra Barat dan menyempatkan diri untuk mampir di Saribu Gonjong.

Daya Tarik Desa Wisata Saribu Gonjong dan Program Pemerintah

Perlu diketahui kalau Saribu Gonjong di Sumatera Barat ini masuk dalam salah satu tempat wisata yang masuk di ajang ADWI 2021. Tak tanggung-tanggung, desa indah ini masuk dalam 50 besar karena memiliki daya tariknya tersendiri.

1. Desa Wisata Saribu Gonjong Masuk Ajang ADWI 2021

ADWI merupakan singkatan dari Anugerah Desa Wisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meski diselenggarakan di tengah kondisi pandemi, namun program ini banyak diikuti oleh banyak desa di seluruh Indonesia.

ADWI terdiri dari 7 kategori yaitu kategori CHSE, kategori toilet, kategori souvenir, kategori desa digital, kategori daya tarik wisata dan kategori konten kreatif. Seluruh desa yang mendaftar, bisa memilih sesuai kategori yang diinginkan.

Tak kalah dengan desa wisata osing, tempat ini menyimpan sejuta pesona yang mampu menarik minat para wisatawan. Pemandangan alam yang indah, terdiri dari barisan perbukitan dan deretan rumah Gadang lengkap dengan Gonjong-nya.

Bangunan rumah Gadang berjejer rapi layaknya barisan paskibraka yang menghadap ke arah Masjid Raya. Gonjong melambangkan jumlah Rukun Islam sehingga berjumlah lima di setiap rumah.

Semua warga menjaga keindahan dalam dan kebudayaan dari tempat ini. Perpaduan antara budaya dan alam menyatu dan menghasilkan kearifan lokal yang wajib selalu dijaga. Menparekraf menitipkan pada masyarakat agar terus menjaga keseluruhan paket lengkap dari Saribu Gonjong.

2. Komoditi Utama Warga Saribu Gonjong

Sumber perekonomian dari warga masyarakat Saribu Gonjong adalah dari sektor perkebunan Jeruk Siam Gunuang Omeh. Ini merupakan komoditi utama yang dilakoni warga di luar desa adat.

Bahkan, setiap warga memiliki kebun jeruk yang dapat dipanen setiap hari dan dipasarkan ke berbagai wilayah. Ternyata, tidak hanya memiliki keindahan alam maksimal dan budaya yang selalu dijaga, Desa ini mempunyai cerita sejarah yang sangat penting.

Di desa ini pernah ada peristiwa penting pada saat terjadinya Pemerintah Darurat Indonesia. Bahkan hingga kini, masih banyak peninggalan sejarah sebagai bukti pernah terjadinya peristiwa itu.

Tradisi yang kuat, keindahan alam yang menawan, peninggalan sejarah yang dapat disaksikan, membuat Sarugo (Saribu Gonjong) jadi destinasi wisata yang sangat tepat untuk dikunjungi bersama keluarga, tentu jika pandemi sudah usai.

3. Digitalisasi Harus Segera Digencarkan

Di desa Saribu Gonjong, Sumatera Barat perlu diperkuat dengan sistem digitalisasi yang maksimal. Adanya jaringan internet yang maksimal akan mempermudah media promosi bagi desa cantik ini. Digitalisasi akan bisa menjangkau lebih banyak wilayah sehingga bisa mendukung percepatan ekonomi bagi warga desa.

Terlebih, setelah adanya pembatasan kegiatan dari pemerintah kepada seluruh wilayah di Indonesia, banyak sektor perekonomian yang ambruk. Harapannya dengan digitalisasi ini maka akan muncul berbagai peluang baru di tengah kondisi yang sedang krisis ini.

Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk bisa membuka peluang bagi terciptanya lapangan pekerjaan baru. Mas Meteri juga optimis bahwa kedepannya desa Sarugo bisa menjadi salah satu desa adat yang menonjol.

4. Perbaikan Infrastruktur

Dengan perbaikan dari berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, jaringan internet dan lain sebagainya, semoga Sarugo bisa jadi tempat yang mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai wilayah bahkan mancanegara.

Pihak kementerian juga berjanji akan melakukan berbagai inovasi adaptasi baru dan bekerjasama dengan banyak pihak agar mampu membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, Kemenparekraf juga akan selalu mendampingi demi terciptanya peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif dan peningkatan akses pasar.

Akses permodalan juga perlu dibuka seluas-luasnya untuk mewujudkan produk ekonomi kreatif bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif. Apalagi Desa Sarugo sudah berhasil masuk dalam 50 besar ADWI 2021 dan pernah dianugerahi sebagai Kampung Adat Terpopuler kedua pada API (Anugerah Pesona Indonesia 2021.

Tentu hal tersebut jadi pemacu bagi pihak kementerian untuk mengupayakan digitalisasi secara maksimal dan cepat. Dengan adanya beberapa penghargaan yang diterima, sudah jadi bukti bahwa Desa Sarugo memang dikelola dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat di sekitar.

Sandiaga Uno juga merasa bangga dan segera mengupayakan untuk memperbaiki segala hal yang dibutuhkan agar lebih cepat dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif di wilayah desa Sarugo. Rasanya pantas banget deh kalo mas menteri bersikap sigap untuk pertumbuhan ekonomi desa adat ini.

Terlebih dengan bantuan digitalisasi yang semakin dipercepat, maka pemulihan ekonomi masyarakat di desa wisata Sarugo ini diharapkan bisa terus digenjot. Setidaknya, walaupun obyek wisata belum bisa dibuka, namun produk ekonomi kreatif sudah bisa dipasarkan secara masal ke seluruh wilayah di Indonesia.