Riset Permasalah Pariwisata di Indonesia

 

Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling memiliki dampak peningkatan ekonomi di beberapa negara bahkan daerah di Indonesia, sebut saja salah satunya Bali. Namun Sumatera Utara yang saat imi diwakili oleh Danau Toba punya banyak permasalahan dalam mencapai target menjadi bagian dari 10 Bali Baru dan wisata super prioritas di Indonesia, berikut beberapa permasalahan Pariwisata di Indonesia khususnya Sumatera Utara :

  1. Tidak ada rencana pemasaran yang terkoordinasi untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata.
  2. Beberapa elemen di pemerintahan Indonesia memiliki kepribadian ganda dalam menghadapi orang asing. Mereka ingin mereka datang dan membelanjakan uang, sekali lagi mereka tidak menginginkannya sama sekali.
  3. Pers Indonesia sebagian besar negatif.
  4. Sebagian besar pers terkait pariwisata adalah tentang Bali, bukan tentang negara lain.
  5. Indonesia hanya memberi turis 30 hari pada saat kedatangan dan menagih mereka $25. Sebagian besar negara lain di kawasan ini memberikan 60 hari gratis.
  6. Korupsi, baik di bandara maupun di dalam negeri menghalangi pengunjung. Tidak ada yang mau mengunjungi tempat di mana petugas imigrasi meminta uang, polisi datang ke hotel mereka (kebetulan saya di Jawa) karena mereka tidak ‘mendaftar’ sendiri (tidak diperlukan di hotel).
  7. Tidak cukup fokus dalam menyampaikan suatu produk (Indonesia) kepada pelanggan (turis). Lihatlah Las Vegas, Anda tiba dan segera ada barang dan jasa yang mudah dijangkau. Mereka ingin pengalaman Anda bebas repot, dengan waktu maksimum yang dihabiskan untuk menikmati diri sendiri dan menghabiskan uang.
  8. Harus berurusan dengan sampah. Berapa kali kita harus menyebutkan ini!
  9. Taman nasional. Ini harus lebih dari sekedar ‘tempat berburu pribadi’ untuk staf.
  10. Taman/jalur baru. Dengan begitu banyak keanekaragaman hayati, ada kebutuhan untuk melindunginya. Salah satu cara terbaik adalah menciptakan Taman Nasional yang tepat, dengan jalan setapak, penginapan, dan staf yang bekerja untuk memelihara taman dan melayani pelanggan. Salah satu jalur tersebut adalah ‘Bali Ridge Trail’ yang mengikuti jalur yang dibuat khusus dari Bedugal ke Gilimanuk. Anda mengenakan biaya $100 per orang untuk mendakinya, menawarkan pemandu tetapi tidak memerlukannya, membangun struktur ‘ bale ‘ sederhana di sepanjang rute untuk para tamu, dengan sesekali ‘toko resmi’ dan warung . Jauhkan bisnis lokal dari itu, atau itu akan hancur.
  11. Mengizinkan hak milik asing untuk kegiatan wisata tertentu. Jika seorang pria ingin membantu negara dengan menginvestasikan $ 1 juta dari uangnya sendiri dan 10 tahun hidupnya, dia harus dapat memiliki tempatnya sendiri.

Ini adalah beberapa alasan mengapa Indonesia khususnya Sumatera Utara tidak menempati urutan teratas tujuan wisata Asia Tenggara, ditambah beberapa ide tentang cara memperbaikinya.

Jika kalian membutuhkan layanan Tour Danau Toba atau hanya sekedar Sewa Bus Pariwisata Medan silahkan hubungi Tour Medan yang merupakan layanasn wisata spesialis Sumatera Utara