Keharmonisan beragama di Indonesia

Keharmonisan beragama di Indonesia – Masyarakat Indonesia mempunyai beragam suku dan agama yang berbeda-beda. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki luas 9.790.754 km2 ini. Ragam suku bangsa di Indonesia menambah luas khasanah kebudayaan Indonesia itu sendiri.

Dengan ragam budaya ini, Indonesia pun memiliki beragam agama dan kepercayaan di Indonesia. Menurut pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama mempunyai arti suatu sistem atau ajaran yang mengatur tata iman kepercayaan dan peribadatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah hubungan antara manusia dan sesamanya. Singkatnya, agama adalah sebuah dasar atau pedoman yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya serta sebagai petunjuk dalam kehidupan sosialnya.

Keberagaman budaya ini akhirnya membentuk suatu sistem kepercayaan. Jadi dahulu bisa dikatakan bahwa Indonesia memiliki beragam kepercataan. Akhirnya pemerintah Indonesia selaku kepala pemerintahan memutuskan ada berapa agama yang dianut masyarakat Indonesia dan diakui oleh Pemerintah.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Agama yang diakui oleh Pemerintah Indonesia hanya ada 5 agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Protestan, Katolik. Hindu dan Budha. Lalu ketika berganti era pemerintahan, yang saat itu dikepalai oleh Presiden Abdurrahman Wahid, aliran kepercayaan Kong Hu Cu diakui juga oleh negara.

Agama-Agama di Indonesia

Sekarang ini kita mengenal 6 Agama yang ada diakui oleh Pemerintah Indonesia, yaitu:

Pemerintah Indonesia selaku kepala pemerintahan memutuskan mengakui 6 agama di Indonesia, yaitu:

1.      Islam

Dengan jumlah prosentase lebih dari 80%, Indonesia layak disebut sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Hari-hari besar umat Islam yang dirayakan di Indonesia adalah hari raya idul fitri, hari raya idul adha, isra mi’raj dan Tahun Baru Hijriah

2.      Kristen Protestan

Agama Kristen Protestan di Indonesia dianut oleh lebih dari 16 juta jiwa masyarakat Indonesia. Jika dipresentasekan kurang lebih sekitar 6,96% dari seluruh jumlah masyarakat Indonesia. Hari Natal, Kenaikan Isa Almasih, Paskah adalah contoh Hari Besar untuk umat beragama Kristen Protestan.

3.      Katolik

Katolik yang dibawa oleh bangsa Portugis, masuk ke Indonesia sekitar beberapa abad Islam. Bangsa Portugis mengenalkan agama Katolik kepada masyarakat Indonesia. Karena saat itu mereka tiba di wilayah Indonesia Timur, sehingga saat ini mayoritas umat Katolik ada di Indonesia bagian Timur.

Uniknya walaupun beragam, masyarakat Indonesia dapat menjalani kerukunan hidup beragama. Contoh nyata yang bisa Anda lihat, jika Anda berkunjung ke Jakarta, Anda bisa menemukan letak gereja katedral yang berada tepat di hadapan Mesjid Istiqlal.

4.      Hindu

Budaya kedewaan yang kental dapat Anda temui di Bali. Masyarakat Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu, masih memegang teguh adat dan kepercayaan dari para leluhurnya. Upacara-upacara keagamaan pun biasa berlangsung di Bali. Upacara Ngaben dan Hari Raya Nyepi bahkan sudah menjadi daya Tarik bagi wisawatan lokal maupun internasional.

5.      Budha

Agama yang mengajarkan bahwa ada sinergi kuat antara Budha, Alam dan Manusia ini dipeluk oleh sekitar 0.72% masyarakat Indonesia. Vihara sebagai tempat ibadah umat Budha, mudah ditemui di Indonesia. Walaupun tergolong minoritas, umat Budha memiliki hak yang sama seperti umat beragama lainnya di Indonesia.

6.      Kong Hu Cu

Aliran kepercayaan yang banyak dianut oleh etnis tionghoa di Indonesia ini, akhirnya mendapat pengakuan oleh Pemerintah Indonesia di tahun 2000. Tahun Baru Cina atau yang biasa kita kenal dengan Imlek menjadi Hari Libur Nasional sejak saat itu.

Seperti yang dilansir dari lama dieselpunks.org, Pontianak yang memiliki mayoritas penduduk etnis tionghoa, merayakan Imlek dengan penuh kemeriahan. Bahkan perayaan ini sampai ke institusi-institusi pendidikan. Contohnya SMP 19 SIngkawang yang memeriahkan acara imlek tahun ini dengan atraksi barongsai hingga fashion show.

Keharmonisan beragama ini sangat mudah kita jumpai di Indoesia. Masyarakat Indonesia yang mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika mampu membuktikan bahwa walaupun memiliki agama yang berbeda, mereka tetap bisa hidup rukun bersama.