Cemas Belum Muncul Kontraksi? Simak Serba-serbi Induksi Persalinan di SehatQ

Hari perkiraan lahir (HPL) bisa didapatkan melalui penghitungan yang menggunakan siklus menstruasi. Saat hari yang diperkirakan tiba, namun tanda-tanda akan melahirkan belum juga muncul mungkin akan membuat Anda cemas.

Induksi persalinan adalah salah satu prosedur yang kerap dilakukan dalam kasus seperti ini, terlebih dengan risiko buruk yang mungkin saja muncul apabila bayi tidak segera dilahirkan. Dokter memiliki beragam metode untuk merangsang rahim agar segera berkontraksi. Simak ulasan selengkapnya.

Pengertian dan Syarat Induksi Persalinan

Induksi persalinan adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk memberi stimulasi pada rahim agar segera terjadi kontraksi. Induksi persalinan bisa dilakukan dengan pemberian obat, melalui bantuan alat atau secara alami yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan syarat telah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Meski telah lewat HPL namun tidak semua ibu hamil sebenarnya membutuhkan tindakan ini, terlebih jika hari perkiraan lahir yang Anda miliki baru terlewat beberapa hari saja. Induksi persalinan biasanya berlaku pada beberapa keadaan, antara lain :

  1. Usia kehamilan sudah melebihi hingga 2 minggu HPL namun belum juga muncul tanda akan melahirkan.
  2. Kondisi bayi di dalam rahim yang tidak bergerak atau memiliki kemampuan mendorong keluar padahal sudah cukup bulan.
  3. Ketuban pecah namun belum juga muncul kontraksi bahkan lebih dari 24 jam. Jika tidak segera dilakukan tindakan, bisa meningkatkan risiko infeksi pada ibu dan  bayi.
  4. Kondisi plasenta memburuk yang dapat menghambat asupan nutrisi dan oksigen bagi janin. Jika dibiarkan, risiko bayi lahir mati atau mengalami kelainan serius bisa terjadi.
  5. Terdapat komplikasi pada kehamilan.
  6. Ibu memiliki penyakit bawaan misal diabetes, preeklampsia, hipertensi dan sebagainya yang dapat memperburuk keadaan janin dan ibu hamil yang bersangkutan.

Beragam Metode Induksi Persalinan dengan Bantuan Dokter

Ketika kontraksi belum juga terjadi dan risiko buruk bisa saja terjadi, dokter mungkin akan melakukan upaya induksi. Beberapa metode yang dilakukan antara lain induksi persalinan dengan oksitosin, prostaglandin dan misoprostol yang bisa diberikan lewat infus atau melalui cara lain. Metode lain bisa menggunakan alat kateter foley, memecah kantung ketuban atau dengan mengusap lembut selaput leher rahim.

Induksi Alami, Upaya Memancing Kontraksi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Saat usia kandungan sudah cukup bulan, ada beberapa metode alami yang bisa dilakukan untuk merangsang kontraksi. Induksi persalinan alami ini bisa Anda lakukan di rumah, agar aman sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.

  • Berhubungan Seksual

Saat berhubungan seksual, menyebabkan prostaglandin yang terkandung dalam sperma dapat merangsang leher rahim yang nantinya akan memicu kontraksi. Meski berhubungan intim saat hamil terasa sedikit tidak nyaman namun cara ini bisa Anda lakukan, terlebih jika usia kandungan sudah cukup bulan namun belum juga muncul tanda-tanda jelang melahirkan.

  • Stimulasi Puting

Stimulasi puting akan memicu hormon oksitosin yang selanjutnya bisa menyebabkan kontraksi. Metode ini bisa dilakukan di rumah dengan memakai tangan atau pompa ASI, bisa dilakukan baik oleh Anda sendiri ataupun pasangan.

Induksi persalinan adalah salah satu metode yang  biasa dilakukan untuk mempercepat proses melahirkan guna menghindari risiko-risiko yang bisa muncul akibat bayi yang belum juga keluar.

Guna mempersingkat waktu tunggu di rumah sakit, Anda bisa melakukan pemesanan tindakan medis induksi persalinan melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Selain membeli obat, konsultasi bersama dokter, di SehatQ, Anda juga dapat melakukan booking beragam tindakan medis. SehatQ telah menjalin kerja sama dengan banyak rumah sakit serta memiliki klinik SehatQ yang dekat dengan tempat tinggal Anda.